Rakornas II, Pergerakan Kebangsaan Menjawab Tantangan Zaman Baru

Tepatnya di Hotel Bintang Fajar Yogyakarta 30-31 Juli 2016, PERGERAKAN KEBANGSAAN (PK) sebagai sebuah komunitas yang selama 8 tahun aktif melakukan pembasisan Pancasila di berbagai kota di Indonesia, kini kembali mengumpulkan anggotanya yang tersebar di seluruh penjuru negeri.

Pergerakan Kebangsaan yang dikenal aktif menyelenggarakan diskusi publik dalam konteks membangun “Konstruksi Pemahaman Pancasila sebagai Dasar Negara”, kali ini menggelar pertemuan dan dialog dengan tema “Memantapkan Eksistensi Pergerakan Kebangsaan sebagai Komunitas Politik”.

Pertemuan ini merupakan sebuah respon atas kegagalan bangsa Indonesia dalam pembangunan politik yang merupakan akibat berkuasanya demokrasi liberal yang bias kepentingan elite, yang kemudian meruntuhkan proses demokrasi menjadi sekedarelektoralisme, pungkas Soedaryanto selaku Koordinator Pergerakan Kebangsaan.

Sebagai “komunitas politik”, lanjut Soedaryanto, Pergerakan Kebangsaan akan terus menerus melakukan kegiatan yang dimaksudkan untuk membangun selapisan masyarakat yang sadar politik, dalam arti masyarakat yang mampu memiliki cara pandang bahwa politik adalah sebuah proses bersama untuk menciptakan kesejahteraan bersama dalam sebuah wadah negara-bangsa dan membangun pula selapisan masyarakat yang memiliki perspektif global dalam melihat dinamika  politik di tanah air.

PK mengingatkan situasi dunia ketika Globalisasi gelombang II berakhir, namun gelombang III belum menemukan kemapanan dan keseimbangannya, menjadikan situasi dunia berada dalam Situasi Batas.  Kebuntuan terjadi di mana-mana akibat situasi batas ini, termasuk kebuntuan ilmu-ilmu sosial dalam membedah permasalahan untuk mencari dan menemukan solusi jalan keluar. Krisis global dalam dasawarsa terakhir ini, tidak lain merupakan demam akibat situasi batas tersebut.

Indonesia yang saat ini masuk dalam lingkarang globalisasi selama lebih dari tiga dasawarsa termasuk dalam kategori bangsa dan negara yang gagal memanfaatkan globalisasi, dibandingkan mereka, negara tetangga seperti Tiongkok, Rusia, Malaysia dan Singapura mampu memanfaatkan globalisasi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya.

Dalam acara ini, PK sebagai “komunitas  politik” juga mendeklarasikan manifesto kebangsaan untuk menggugah segenap elemen bangsa Indonesia untuk menyadari dua pilihan ekstrim, Indonesia bangkit menjadi salah satu pemain utama di Pasifik, atau tenggelam sama sekali ditelan Globalisasi gelombang III – dan tidak ada pilihan ke tiga. (SR/AP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *