www.pergerakankebangsaan.org

Daftar Isi Tulisan

Tulisan-01

1075. Saat kekuatan Uang Mengelola Res-publika

1076. Pilar Kebangsaan vs Pilar Rejim

1077. Internasionalisasi Kegilaan (1)

1078. Rejim OC

1079. Pemimpin dan Spektrum Kedewasaannya

Tulisan-02

1080. Dari 'Sosialisme Utopis' ke Sosialisme Digital'?

1081. Salto Mortale Mobil Esemka

1082. Empat-puluh-dua Tahun Lalu

1083. Keutamaan Publik

1084. Multitude

Tulisan-03

1085. Rejim Yang Tidak Bisa Diharapkan

1086. RI Ajukan Pinjaman ke China Rp 8 T ...

1087. Elit dan Fanatisme-nya

1088. Internasionalisasi Kegilaan (2)

1089. Dua 'Mobnas'

Tulisan-04

1090. Republik Di Tangan Kaum Krematistikos

1091. Mangan Ora Mangan Asal Ngibul

1092. ET

1093. Republik Macam Apa Yang Kami Miliki?

1094. Bola Salju Jalan Gampang

Tulisan-05

1095. Dua Penguasa

1096. Demokrasi dan Birokrasi

1097. Karnaval

1098. Rumah Pasir

1099. Menjadi Kaya Itu Mulia

Tulisan-06

1100 . Jaman Bergeser

1101. Saat Hedonis Selfie Dengan Camera Obscura

1102. Dari 'Power Distance' ke Kode-kode Kultural (1)

1103. Dari 'Power Distance' ke Kode-kode Kultural (2)

1104. Golèk Uceng Kélangan Deleg

Tulisan-07

1105. Reformasi Sebagai Perubahan Pola Pikir

1106. Para Pekerja Keras dan Revolusi-nya

1107. People Get Ready

1108. Uang dan Perang

1109. 300 T, 349 T, dan 3 P

Tulisan-08

1110. Suasana Kebatinan

1111. Pajak dan Kemewahan

1112. Menebar Angin Menuai Badai

1113. "Sekte Agung" di Ranah Negara

1114. Polis dan Olah Raga

Tulisan-09

1115. Jangan-jangan Bukan KPK?

1116. "Nilai Lebih" Negara

1117. Brutalisme (2)

1118. Trump dan Penampakannya

1119. Dua Pilihan?

Tulisan-10

1120. Mendadak Setia

1121. Zero Defect

1122. Koalisi Faustian

1123. Sandera Kasus Dan Yang Dipertaruhkan

1124. Salam Dari 'Sang Penguasa'!(Seri Nasib Cuk Banteng)

Tulisan-11

1125 . Asumsi Kaum Neolib

1126. Gelembung Masalah

1127. Hal Buruk Jangan Dibiasakan

1128. Yang Privat dan Yang Publik

1129. Prau Cepet

Tulisan-12

1130. Rejim dan Waktu

1131. Papua dan Spiral Kekerasan-nya

1132. Pandora Milenial

1133. Standing Ovation

1134. Pada Awalnya Adalah Kata

Tulisan-13

1135. Follow the Money

1136. Korupsi Itu Adalah juga Kecurangan

1137. Ketika Kematian Tidak Menakutkan Lagi

1138. Asal Kata Fasis

1139. Piramida Korban Manusia

Tulisan-14

1140. Ada Hantu Gentayangan Di Republik

1141. Lapar Rèsèk, Kenyang Bégo

1142. Mengapa Oligarki Bisa Menjadi Kejam

1143. Diasuh Oleh Zombie

1144. Ruang Viral

Tulisan-15

1145. Wajah-wajah Viral

1146. Saintoloyo

1147 Salam Dari Rakyat!

1148. Bukan Fake Death

1149. Dewi Fortuna

Tulisan-16

1150. Ruang Antara

1151. Pihak Ketiga Sebagai Deep Frame

1152. Pilihan-pilihan Yang Merusak

1153. Saat 'Kejahatan Logika' Tanpa Lawan

1154. Sentripetal-Sentrifugal dan Batas-batasnya

Tulisan-17

1155. Sandera Kasus, Pelajaran Sangat Berharga

1156. Memang Harus Diganggu

1157. Politik dan "An-estetik"-nya

1158. Hitler's Presidential Campaign of 1932

1159. "Kambing Hitam", Sebagai Ritual dan Yang Tidak

Tulisan-18

1160. Invasi Rusia dan Propagandanya

1161. Ora Percoyo?! Étungen Dhéwé ...

1162 . Yes, Cheated!

1163. UMS-UMP-UMV

1164. Memperingati Hari Matinya Pancasila

Tulisan-19

1165. Fasisme yang Begitu Menggoda

1166. Politisi dan Umur Psikologis-nya

1167. "Memojokkan" Imajinasi

1168. Brutalism di PDS

1169. Aksi Politik di Era Revolusi (Dis) Informasi

Tulisan-20

1170. Profesionalisme Patriotik

1171. Menambah Garam Saat Memasak

1172. Hikayat Asal Mangap

1173. Rantai Terlemah, Lebih Seratus Tahun Kemudian

1174. Paradoks Sosial Media

Tulisan-21

1175. Negeri Tanpa Patok Duga

1176. Siapa Si-Rascal-nya?

1177. Seniman dan Tanda-tanda Jaman

1178. Tahu Batas dan Latihannya

1179. Kegilaan Di Atas Kambing Hitam

Tulisan-22

1180. Norma Jeane Mortensen

1181. DLM Di Era Revolusi Informasi

1182. Rusuh di PDP

1183. Powerful dan Powerless

1184. Puncak Kerusuhan

Tulisan-23

1185. Dari "Kecerdasan Kolektif" ke "Orgasmus Kolektif"?

1186. Ni Yao Caifu Ni Xian Zuo Lu

1187. Saat Hantu Sudah Tidak Mencukupi

1188. Repotnya Berurusan Dengan Kaum 'Wahamis'

1189. Setelah Minyak

Tulisan-24

1190. Ide "Berbahaya" Anies B.

1191. Amerika dan Perang Saudaranya

1192. Tamat di Hitam Putih

1193. Hak Prerogative dan Hak Sosial

1194. Mengakrabi Kemungkinan

Tulisan-25

1195. Politik Taèk Kucing

1196. Proklamasi Penguasaan

1197. Syahdan ...

1198. Suez Tidak Hanya Terusan

1199. Rumput Di Puncak Gunung Es

Tulisan-26

1200. Faust N.

1201. Dari Desain ke De-sains

1202. Keliaran di "Dunia Ketiga"

1203. Keliaran di "Dunia Ketiga" dan Saran Marx

1204. Masa Lalu Sebagai Ranah

Tulisan-27

1205 The Myth of the Lazy Native

1206. Tiga Bulan Lepèn

1207. Semburan Janji Di Mata Machiavelli

1208.. Membeli Waktu

1209. Too Big To Fail

Tulisan-28

1210. Pengkhianatan Kaum Berkata-kata

1211. W-Mania

1212. Lik Kio Ogah Cuti

1213. Membunuh Jiwa Di Atas Jembatan Keledai

1214. Sopan Santun

Tulisan-29

1215. Bezoek

1216. Pilkada Kota Semarang

1217. "Ayatollah" Dandhy Laksono, dkk

1218. Oempan Lamboeng

1219. Demokrasi Prosedural, Substansial, dan Mitikal

Tulisan-30

1220. Revolusi Mulai dari N?

1221. Dua Rute 'Konstruksi Realitas'

1222. Tidak Sekedar 'Ditembak' Jatuh

1223. Mission: Impossible

1224. Khusyuk dan Khidmat

Tulisan-31

1225. Opo Sing Diangkat Mbak’é Kaé Cuk?

1226. Koentjaraningrat Dalam Satu Kata

1227. Masyarakat Jaringan vs Jaringan Keserakahan

1228. Apakah Engkau Memang Bajingan?

1229. Tetap Bertaruhlah Pada Anies

Tulisan-32

1230. Partai Setan Gundul

1231. Berubah, Berubah, Berubah

1232. Kepentingan Nasional dan Dinamikanya

1233. 1999 dan Yang Ditakuti

1234. Menjelang 20 Tahun Google Maps

Tulisan-33

1235. Aletheia

1236. Tanpa Teori Perubahan, Tidak Akan Ada Gerakan Perubahan

1237. Mengelola Harapan

1238. Membuka Pintu Etika

1239. Politik Yang Mendorong Kelahiran Kembali

Tulisan-34

1240. Think Globally, Act Locally

1241. Salam Setan Gundul

1242. Ibu Pertiwi Menangis

1243. Rakyat dan Intelijen-nya

1244. Hikayat 3P

Tulisan-35

1245. Hancurnya Tiga Prakondisi

1246. Seni Dari Kata-kata

1247. Jawaban Negarawan

1248. Wisuda

1249. 'Lingkaran Setan' Power Distance Tinggi (1)

Tulisan-36

1250. 'Lingkaran Setan' Power Distance Tinggi (2)

1251. Mirror Neurons System

1252. Para Pembunuh Martabat

1253 . Visi, Misi Strategi, dan Goals

1254. Rempang: Prototipe Republik Masa Depan?

Tulisan-37

1255. Kata-Kata Kosong dan Konsekuensi-nya

1256. Saat Republik Di Tangan 'Orang-orang Kerdil'

1257. Demokrasi dan "Penyakit Kekanak-kanakannya"

1258. Eskalasi

1259. Saat Guru Besar Meninggal

Tulisan-38

1260. Saat Pemimpin Kurang Latihan

1261. Sabar ... Sabar ... Sabar ...!!

1262. Industri Tepuk Tangan

1263. Siapa Paling Merusak Republik?

1264. Coblos Siapa?

Tulisan-39

1265. Pemimpin Di Tengah-tengah Kebrutalan

1266. Palu Jembut

1267. Amuco

1268. Longue Durée Oligarki

1269. Dinasti Politik dan Biaya 'Bedhol Deso'-nya

Tulisan-40

1270. Politik dan Kemungkinan Ekstrem-nya

1271. Politik Tubuh

1272. Menjadi Bangsa 'Kerdil'?

1273. Latihan Menjadi Kejam

1274. Netral

Tulisan-41

1275. Masih Relevankah Bicara Peradaban?

1276. Saat Kehormatan Hadir

1277. Bung Kecil dan Bung Besar

1278. Etika dan 'Semangat Jaman'

1279. Garbage In Garbage Out

Tulisan-42

1280. Dosen Serius dan Yang Banyak Dagelan

1281. Ada Raipublik Rasa Raigedek ...

1282. Dosen Serius dan Yang Banyak Dagelan (2)

1283. Lima Tahun Lalu: "Bocor ... Bocor ... Bocor ..."

1284. Anies B. dan AI

Tulisan-43

1285. Ruang Angkasa

1286. Para Pembunuh Kecerdasan

1287. Cita-cita, Cita-rasa, Rasa-merasa

1288. 'Kambing Hitam' atau 'Pihak Ketiga'?

1289. Merendahkan Martabat Negara!

Tulisan-44

1290. Soal Bicara, Bukan Bacot

1291. 'Partai Marhaen' Sebagai Candu Kang Marhaen

1292. Menyongsong Era Pembelajaran Bersama

1293. Memperbaiki Diri

1294. Depolitisasi?

Tulisan-45

1295. Machiavelli dan Ejakulasi Dini-nya

1296. Kehormatan Sebagai Pembeda

1297. Demokrasi Mosaik

1298. Menyelamatkan Otak Republik

1299. Bayi Trump

Tulisan-46

1300. The Right to an Adequate Standard of Living

1301. Perang Microchip

1302. Infantile Disorder

1303. Dampak Seorang Messi di AS

1304. Politik dan (Tubuh) Anak-Anak

Tulisan-47

1305. The Untouchable

1306. Pemilu dan Fase Stabilisasi Rejim

1307. Memanusiakan Manusia Pemilih

1308. Subsidiaritas

1309. How to Train Your Dictator

Tulisan-48

1310. Pemilihan Umum Sebagai 'Moment" (1)

1311. Pemilihan Umum Sebagai 'Moment' (2)

1312. Axis Mundi

1313. Si-Pemecah Belah vs Si-Pembangun Jaringan

1314. Di Tengah Kegilaan Tiga Kekuatan

Tulisan-49

1315. Sulitnya Mengelola Keserakahan

1316. Alegori Kereta

1317. AB Yang Lebih Siap Dengan 'Pihak Ketiga'

1318. TPS Mengepung KPU (1)

1319. TPS Mengepung KPU (2)

Tulisan-50

1320. TPS Mengepung KPU (3)

1321. Jelas dan Terpilah

1322. Penantian Panjang 'Kekuatan Pengetahuan' (1)

1323. Imperfect Obligations

1324. Penantian Panjang 'Kekuatan Pengetahuan' (2)

Tulisan-51

1325. 'Yang Terbaik' sebagai Hak Sosial

1326. Kekuatan Pengetahuan dan Momentum-nya

1327. Jogetan Di Tengah 8 Milyar Manusia

1328. Lompatan Mematikan

1329. Empat Keutamaan Dalam Alur Keputusan

Tulisan-52

1330. The Evil Always Come from Details

1331. 'Super Ego' dalam Debat

1332. Back to the things themselves

1333. Neoliberalisme dan Dunia Binatang

1334. Bukan Filipina

Tulisan-53

1335. Berpikir Sebagai 'Syarat Mutlak'

1336. Lupakan Survei!

1337. Wajah Republik

1338. Kegelapan Sejarah Yang Membayang

1339. Menjadi Pecundang (ft. Koentjaraningrat)

Tulisan-54

1340. Kemampuan Tatap Muka

1341. Para Pencipta Monster

1342. 70 Triliun dan Tutupnya Kantor Pos

1343. Pemilihan dalam "The Space of Places/Flows"

1344. Saat Para Monster Patroli

Tulisan-55

1345. Dari Ci' Elisa_Jkt

1346. Pemilu Rasa Amerika?

1347. Reifikasi Dalam Pemilihan

1348. Saat Paling Lemah Jadi Korban

1349. Dari Thucydides ke Alvin Toffler

Tulisan-56

1350. Kepala Dingin Di Tengah Gejolak

1351. Republik Yang Sedang Butuh 'Model'

1352. Here Is A Strange and Bitter Crop

1353. Yang Ada Dalam Kendali dan Yang Tidak

1354. Kekerasan Yang Membayang

Tulisan-57

1355. Korupsi vs Etika

1356. Yang Dipertaruhkan (1)

1357. Rule by the Few

1358. Joe Biden Berkhianat!

1359. "Desak Anies" Sebagai Postulat Demokrasi

Tulisan-58

1360. Daur Ulang

1361. Makro-Etik

1362. Lik Kio Ogah Cuti (Ndableg Cuk)

1363. Tentang 'Tantangan' BT dan Sepertiga Kekuatan Ekonomi Itu

1364. Terlalu Banyak Penjilat

Tulisan-59

1365. Roti/Sirkus, Fanatisme, dan Sandera Kasus

1366. Salah Satu Lisan Terbaik di Salah Satu Momen Terbaik

1367. Naik/Turun 'Kelas' Bersama Presiden

1368. Sang Penjelas

1369. TINA, Katakan Tidak pada Joko Widodo

Tulisan-60

1370. Melawan Perampok Dengan Keputusan

1371. Setelah Di-pecah-belah, Terbitlah 'Berpelukan'

1372. 'Siasat Kebudayaan' Para Perampok Republik

1373. Spongebob Squarepant: Opposite Day

1374. The Good, The Bad, The Ugly

Tulisan-61

1375. Salah Input?! Ndasmu!

1376. Kebudayaan Yang Diperjuangkan

1377. Kekuatan Ke-empat

1378. Brutal Yang (Sudah) Banal

1379. Election by Dispossession

Tulisan-62

1380. Audit! Audit! Audit! (Ada koreksi cuk)

1381. Cuci Elan Vital

1382. Saat Simpul-simpul Berkhianat

1383. Sains dan Krisis Makna-nya

1384. "Superman" dan Bahasanya

Tulisan-63

1385. Mabuk Jalan Gampang

1386. Rusak Sampai Ke-akar-akar-nya

1387. Dari Tanpa Beban ke Impunitas?

01-O2-2023
01-O2-2023

01-02-2023

Pembukaan UUD 1945

Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pasal 280 ayat 2 UU no 7 2017 tentang Pemilu

https://twitter.com/UyokBack/status/1726400506632012091

20-11-2023

02-12-2023