2099. Metaparadigma

30-09-2026

Asal kata ‘metafisika’ berasal dari kata Yunani Kuno, ta meta ta physika, dimana ‘meta’ berarti setelah, atau di atas, melampaui, beyond. Istilah metaparadigma dipakai lebih karena rasa-rasanya ada yang kurang ketika bicara soal ‘pergeseran paradigma’ yang muncul akhir-akhir ini. Rasanya ada yang ‘lebih generik’ sebelum bicara soal ‘merek-merek paradigma’ tertentu, dalam konteks republik. Dan itu adalah paradima output dan paradigma proses. Tekad sebesar apapun untuk menggeser paradigma dalam mengelola negara, maka ia harus diiringi dengan menggeser ‘paradigma ouput’ ke ‘paradigma proses’. Atau katakanlah, menggeser ‘paradigma output’ ke ‘paradigma proses’ adalah syarat mutlak jika mau menggeser paradigma. Bahkan jika imajinasi menggeser paradigma tidak muncul.

Dalam dunia pendidikan, terutama pendidikan dasar yang merupakan pondasi dari pendidikan-pendidikan lanjutannya, berpuluh tahun seakan kita terbelit masalah ini, selalu gagal saja untuk bergeser dari paradigma output ke paradigma proses. Mengapa ini penting? Lihat saja bagaimana Toyota membangun kerajaan bisanisnya, salah satu pilarnya adalah kaizen, dimana di belakangnya ada ‘metaparadigma’, paradigma proses. Bahkan yang namanya paradigma, tidak ada itu yang namanya ‘mendadak paradigma’. Ada proses panjang sehingga muncullah apa yang dibayangkan Kuhn sebagai ‘paradigm break’ itu.

Sekali lagi yang mau ditekankan di sini adalah apapun cerita tentang pergeseran paradigma, jika ia tidak diletakkan dalam ‘metaparadigma’ proses maka bisa saja yang kita bicarakan adalah ‘paradigma kosong’ saja. Mengapa paradigma output di republik ini perlu diperhatikan lebih? Karena itu adalah ‘keputusan politik’ dimana lekat dengan who get what, when, how. Ketika era Orde Baru ada dalam lanskap Perang Dingin, jurnal Indonesia yang diterbitkan Cornell University sejak tahun 1966 dan terbit dua kali dalam setahunnya, salah satu terbitannya selalu ada analisa terkait dengan proses-proses aktor dalam militer dianalisa. Juga bayangkan cara kerja dari sik-Economic Hitman seperti dijelaskan oleh John Perkins itu. Artinya apa? Ketika paradigma ouput telah menjadi paradigma dalam olah kuasa negara maka akan ada banyak lubang yang bisa digunakan untuk langkah penguasaan. Belum lagi seperti dikatakan Sun Tzu, untuk memenangkan peperangan (output) maka perlu (proses-proses) mengenal diri dan musuh. *** (30-09-2026)